Cara menjadi Point Guard yang baik


Cara menjadi Point Guard (PG) yang baik dan benar

Bermain di posisi ini merupakan kebanggaan tersendiri buat setiap pemain . Banyak pemain yang ingin bermain pada posisi ini tapi tidak mempunyai ketrampilan yang dibutuhkan (dribbling, passing, leadership dsb.). Saat kita bermain di posisi ini berarti kita sudah mendapat kepercayaan dari pelatih untuk  tanggung jawab yang kita harus emban.

Artinya pelatih menilai kita memang sudah mempunyai beberapa keterampilan yang diperlukan. Tapi yang menjadi masalahnya adalah, saat kita bermain kadang kita lupa tugas dan tanggung jawab kita dalam memainkan posisi ini. atau memang kita belum tahu tugas-tugas kita. Atau lebih parahnya lagi pada jenjang Bolabasket paling tinggi, kita belum tahu apa saja yang menjadi tugas dan tanggung jawab posisi ini. Dibawah ini hanya sedikit dari hal-hal penting yang perlu point guard perhatikan.

Defense

  1. Sebaiknya kita menjadi pemain dalam lapangan yang paling semangat dalam bertahan. Karena dengan begitu teman satu tim kita akan terbawa semangat kita. Komunikasikan segala sesuatunya, ngomong!
  2. Kalau kita menjaga point guard lawan yang baru masuk (dari bench) tekan dan dikte dia. Kalau perlu coba untuk ambil bolanya dengan bijaksana, jangan ceroboh hingga terjadi pelanggaran.
  3. Lihat seting posisi lawan dalam situasi jump-ball pada awal pertandingan, kita sangat tidak menginginkan lawan mencetak angka sesegera mungkin. Dan ini menandakan juga bahwa kita fokus & siap sejak awal.
  4. Kalau kita menerapkan man to man, periksa semua match-up pemain, minimalkan miss-match terutama disetiap pergantian pemain (lawan atau kita). Arahkan bola ke sisi yang tidak terjadi miss-match atau ke sisi jauh dari pemain bintang lawan.
  5. Kalau zone, pastikan semua pemain tahu jenis apa yang kita pakai dan selalu awas pada setiap pergantian jenis penjagaan. Informasikan pergantian penjagaan kita dengan jelas ke teman satu tim.
  6. Perhatikan transisi Offense lawan terutama kalau kita gunakan zone def. (rentan terkena serangan cepat).
  7. Kenali sisi & tangan mana yang kuat / baik pada point guard lawan. Deny dia dari bola. Cek kemungkinan untuk melakukan tekanan padanya (dikte).
  8. Kenali kecenderungan serangan tim lawan, juga nama serangannya.
  9. Kalau kita mau berinisiatif dalam melakukan double team, harus bertanggung jawab untuk melakukan recover.
  10. Selalu menekankan box out sebelum rebound dan… REBOUND!!! Penjagaan yang baik akan sia-sia kalau gagal dalam def. Rebound.

Offense 

  1. Pada awal situasi jump-ball kalau mendapat bola langsung menyerang kuat (strong) kedalam dengan harapan lawan terkena foul diawal game. Dan juga untuk mencetak angka sesegera mungkin. Kirim pesan yang kuat!
  2. Menyerang secepatnya disetiap transisi (fast break) walau tidak harus terjadi. Selalu cepat membawa / passing bola keatas, kita tidak pernah tahu apa yang akan berkembang dari transisi.
  3. Lalu perhatikan kemungkinan early offense / second break. Setelah itu pada saat sisa kira-kira 14 detik di shot clock, mainkan motion / set play.
  4. Kalau tidak ada kemungkinan fast break dari awal (kemasukan, inbound didaerah kita dsb.), point guard harus sudah memberi tahu play apa yang akan dimainkan sejak dari bawah / sebelum masuk garis tengah. Beri waktu 4 pemain lainnya untuk berpikir.
  5. Semua set play dibuat sesuai dengan pemain kita. Kenali sisi kuat setiap pemain, dimana, kapan dan bagaimana dia bisa mencetak angka.
  6. Cermati kemungkinan miss-match dan maksimalkan sisi itu. Sesekali buat situasi ke pemain tersebut.
  7. Selalu kenali / baca penjagaan lawan (termasuk perangkap lawan) dan serang sesuai dengan itu (zone off. / man off. dan Press Breaker).
  8. Buat semua serangan sesimpel mungkin, kosong tembak! Lebih banyak attempt yang terseleksi adalah lebih baik daripada banyak turn over.
  9. Kenali pemain kita yang sedang panas dalam menembak dan maksimalkan dia.
  10. Setiap pemain mencetak angka, pada posesi berikutnya dia pantas mendapat bola atau setidaknya kita / tim membuat situasi untuk membuka peluang bagi dia lagi.
  11. Bila kena 6-0 run oleh lawan. Stop momentum lawan dengan memperlambat tempo permainan kita. Atau lihat ke bench kemungkinan besar pelatih akan mengambil time out. Jadi jangat terlalu buru-buru untuk melakukan inbound setelah kemasukan.
  12. Selalu berkomukasi dengan pelatih selama pertandingan berjalan. Point guard adalah kepanjangan tangan pelatih dilapangan.

cara menjadi playmaker basket yang baik


Latihan dasar untuk pemula adalah sbb:

Dribble yang benar:
1) Anda harus bisa mendribble bola dengan tangan kanan atau kiri sampai benar2 menguasainya.
2) Jangan menundukkan kepala sewaktu mendribble bola karena pandangan seorang pemain basket harus selalu mencari posisi yang tepat untuk menghindari sergapan lawan dan mengoper bola ke tim mainnya, jadi bukan fokus ke arah bola.
3) Setelah anda bisa menguasai dribble, anda harus belajar melakukan pertahanan, karena kalau anda tidak bisa, bola mudah direbut oleh lawan nantinya. Caranya tangan kiri rata dengan dada menjulur ke arah lawan sehingga lawan tidak bisa mengambilnya.

Shooting yang benar:
1) Anda pegang bola tersebut dengan 2 tangan supaya shoot tersebut bisa terarah dgn baik.
2) Setelah itu angkat bola sampai di depan muka, tetapi agak ke atas sedikit, lalu anda arahkan bola tersebut ke ring. Pastikan bola diarahkan ke arah ruang segi empat di area jaring basket dan kedua kaki mengarah ke posisi ring basket.
3) Shooting yang baik itu dengan menggunakan tangan kanan, yang kiri hanya untuk mengarahkan saja.
4) Waktu melempar bola, tenaga harus datang dari kedua kaki bukan tangan, dan badanpun harus mengikuti gerakan menembak. Yang jelas latihan menembak harus sering anda lakukan karena sehebat apapun defender (pemain penahan) menjaga di samping anda sewaktu pertandingan tidak akan banyak menolong anda.

Passing:
Anda harus selalu siap dan tidak hanya asal cepat mengoper bola ke teman anda tapi harus dapat memperkirakan apakah teman anda nantinya bisa menangkapnya. Kalau ada lawan yang menghalangi jalan, pastikan anda mengarahkan temen anda ke mana mereka akan berlari supaya mereka tidak terlambat sewaktu menangkap bola operan anda. Sehabis mengoper bola, anda harus terus bergerak supaya anda siap untuk bermain lagi. Kalau bisa, anda berdiri dekat ring basket supaya teman anda bisa mengoper bola lagi dan anda tinggal melayup buat memasukkan bola karena lawan anda akan berhenti sejenak dan mengalihkan perhatiannya setelah anda mengoper bola ke teman anda. Sewaktu teman anda memegang bola, jagalah jalur lemparan supaya mereka mudah mengoper bola ke arah anda.

Rebounding:
Anda harus bisa menjauhkan bola dari jaring selagi bola mental sewaktu rebound. Kalau tidak, lawan anda punya kesempatan untuk merebut bola. Menjauhkan bola paling penting waktu anda dalam posisi bertahan. Anda juga harus tahu waktu lawan anda bermain bertahan, dan sewaktu tembakan ke jaring terjadi, anda harus cepat-cepat mendekat ke jaring supaya bisa memasukkan bola. Rebounders yang bagus biasanya ahli mengalihkan bola karena dengan begitu teman anda punya kesempatan merebut bola jika anda tidak dapat menguasainya.

3 Dasar Alami Dalam Basket
Dribble…. Pass, dan Shoot….

Itulah 3 hal alami yang paling mendasar dari permainan bola basket…

Tanpa Shoot, tidak akan ada point tercipta,, tanpa dribble Anda akan sulit mencetak poin…tanpa passing Anda seakan ‘Hidup sebatang kara’ di dalam lapangan.

Shooting, dalam basket memiliki banyak variasi / jenisnya (set-shoot, jump shoot, bank shoot, lay-up, fade away,dll) yang semuanya adalah memiliki satu tujuan : POINT….Dalam posting2 yg berikutnya saya akan membahas satu per satu jenis shoot tersebut dan bagaimana melakukannya (namun tidak dalam waktu dekat, karena saya akan terlebih dahulu ingin menyampaikan mengenai fundamental dan variasi jenis latihan dribble)

Passing, komponen tak terlepaskan dalam suatu permainan basket. Mungkin sering kali banyak pemain yang meremehkan dahsyatnya kemampuan passing, dan cenderung menitik beratkan pada shoot ataupun dribble. Melalui artikel ini pula saya akan berusaha menyadarkan para pemain basket dengan cara mengungkapkan pentingya passing melalui penjelasan serba-serbi mengenai passing (latihan dasar, jenis, dan tips melakukan) yang sering kali dianggap remeh.

Dribbling, merupakan hal yang sangat menentukan dalam perkembangan kemajuan dari pemain basket, karena jika seorang pemain basket telah memiliki kemampuan ball-handling yang baik pasti akan lebih mudah untuk dilatih berbagai variasi latihan ataupun strategi.

“Klo pemain basket ga bs bawa bola, gimana mau poin, gimana mau nyerang??”

Oleh karena itu, dalam posting berikutnya, saya akan membahas mengenai dribble beserta video yang mendukung. Karena pada dasarnya dari artikel saya ini, saya ingin lebih menyadarkan betapa pentingnya latihan dasar dribble yg sering kali kurang ditekankan oleh pelatih maupun para pemain itu sendiri, yg mungkin jika saya amati hal tersebut dikarenakan terlalu fokusnya program latihan berdasarkan posisi masing2 pemain ataupun tinggi badan.

Selama mengenal basket di Indonesia, saya seringkali mendengar perkataan seperti ini (terutama untuk anak SMP, SMA, bahkan mahasiswa) :

“Center ga boleh kluar2 garis three-point, ga boleh bawa bola kelamaan, harus jago post-up, harus ahli underbasket” atau “playmaker harus lebih jago dribble dari center, ga perlu terlalu fokus latihan underbasket”

itulah mungkin yang biasa Anda dengar juga mengenai mitos yang sangat salah dalam dasar basket.

Artikel Download